Dalam produksi industri, udara terkompresi memainkan peran penting, memberi daya pada alat pneumatik dan peralatan otomatis. Namun, ketidakcocokan antara kapasitas kompresor dan permintaan aktual dapat menyebabkan ketidakefisienan yang signifikan. CFM (kaki kubik per menit), metrik utama untuk mengukur aliran udara, sangat penting untuk mengoptimalkan sistem udara terkompresi.
Perhitungan CFM yang akurat sangat penting untuk:
Kedua parameter ini menentukan kemampuan kompresor:
Hubungan terbalik antara CFM dan PSI berarti peningkatan tekanan mengurangi laju aliran pada daya konstan. Kinerja sistem yang optimal membutuhkan penyeimbangan parameter ini.
Banyak fasilitas mengoperasikan kompresor pada tekanan yang lebih tinggi dari yang diperlukan. Menurunkan tekanan sistem dapat:
Pendekatan praktis ini memperkirakan keluaran CFM dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk memberi tekanan pada tangki penerima:
CFM = (V × ∆P) ÷ (T × 14.7)
Di mana:
V = Volume tangki (kaki kubik)
∆P = Perbedaan tekanan (PSI)
T = Waktu (detik)
14.7 = Tekanan atmosfer pada permukaan laut (PSI)
Pengukuran langsung menggunakan meter aliran memberikan data CFM real-time pada titik tertentu atau di seluruh sistem. Tangki penerima di dekat titik pengukuran membantu menstabilkan pembacaan.
| Tenaga Kuda (HP) | CFM pada 100 PSI | CFM pada 120 PSI | CFM pada 150 PSI |
|---|---|---|---|
| 5 | 17 | 14 | 13 |
| 10 | 34 | 28 | 26 |
| 15 | 51 | 42 | 39 |
| 20 | 68 | 56 | 52 |
| 25 | 85 | 70 | 65 |
| 30 | 102 | 84 | 78 |
| Tenaga Kuda (HP) | CFM pada 100 PSI | CFM pada 120 PSI | CFM pada 150 PSI |
|---|---|---|---|
| 5 | 20 | 17.5 | 15 |
| 7.5 | 30 | 26.25 | 22.5 |
| 10 | 40 | 35 | 30 |
| 15 | 60 | 52.5 | 45 |
| 20 | 80 | 70 | 60 |
Catatan: Nilai CFM aktual dapat bervariasi berdasarkan desain kompresor dan spesifikasi pabrikan. Selalu konsultasikan dokumentasi peralatan untuk data yang tepat.
Dalam produksi industri, udara terkompresi memainkan peran penting, memberi daya pada alat pneumatik dan peralatan otomatis. Namun, ketidakcocokan antara kapasitas kompresor dan permintaan aktual dapat menyebabkan ketidakefisienan yang signifikan. CFM (kaki kubik per menit), metrik utama untuk mengukur aliran udara, sangat penting untuk mengoptimalkan sistem udara terkompresi.
Perhitungan CFM yang akurat sangat penting untuk:
Kedua parameter ini menentukan kemampuan kompresor:
Hubungan terbalik antara CFM dan PSI berarti peningkatan tekanan mengurangi laju aliran pada daya konstan. Kinerja sistem yang optimal membutuhkan penyeimbangan parameter ini.
Banyak fasilitas mengoperasikan kompresor pada tekanan yang lebih tinggi dari yang diperlukan. Menurunkan tekanan sistem dapat:
Pendekatan praktis ini memperkirakan keluaran CFM dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk memberi tekanan pada tangki penerima:
CFM = (V × ∆P) ÷ (T × 14.7)
Di mana:
V = Volume tangki (kaki kubik)
∆P = Perbedaan tekanan (PSI)
T = Waktu (detik)
14.7 = Tekanan atmosfer pada permukaan laut (PSI)
Pengukuran langsung menggunakan meter aliran memberikan data CFM real-time pada titik tertentu atau di seluruh sistem. Tangki penerima di dekat titik pengukuran membantu menstabilkan pembacaan.
| Tenaga Kuda (HP) | CFM pada 100 PSI | CFM pada 120 PSI | CFM pada 150 PSI |
|---|---|---|---|
| 5 | 17 | 14 | 13 |
| 10 | 34 | 28 | 26 |
| 15 | 51 | 42 | 39 |
| 20 | 68 | 56 | 52 |
| 25 | 85 | 70 | 65 |
| 30 | 102 | 84 | 78 |
| Tenaga Kuda (HP) | CFM pada 100 PSI | CFM pada 120 PSI | CFM pada 150 PSI |
|---|---|---|---|
| 5 | 20 | 17.5 | 15 |
| 7.5 | 30 | 26.25 | 22.5 |
| 10 | 40 | 35 | 30 |
| 15 | 60 | 52.5 | 45 |
| 20 | 80 | 70 | 60 |
Catatan: Nilai CFM aktual dapat bervariasi berdasarkan desain kompresor dan spesifikasi pabrikan. Selalu konsultasikan dokumentasi peralatan untuk data yang tepat.